Koordinasi Persiapan Rakor Percepatan Luas Tambah Tanam di Klungkung
Klungkung, 23 Juni 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali bersama Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung menggelar koordinasi persiapan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Capaian Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Klungkung Tahun 2026. Kegiatan ini juga melibatkan Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Kabupaten Klungkung sebagai upaya memastikan pelaksanaan Rakor berjalan optimal.
Koordinasi tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi, menyusun rencana pelaksanaan, serta memastikan kesiapan teknis dan administratif menjelang Rakor yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan guna mendukung pembangunan sektor pertanian yang produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Klungkung.
Berdasarkan hasil koordinasi, disepakati bahwa Rakor Percepatan Luas Tambah Tanam akan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan jumlah peserta sekitar 50 orang. Kegiatan ini akan dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Kepala BRMP Bali, para penyuluh pertanian, serta petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Klungkung.
Rakor nantinya akan difokuskan pada evaluasi capaian dan penyusunan strategi percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai salah satu langkah meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi di lapangan akan dibahas secara bersama untuk menghasilkan solusi dan langkah strategis yang dapat diterapkan oleh penyuluh maupun petani.
Selain itu, pertemuan koordinasi juga membahas sejumlah aspek teknis penyelenggaraan kegiatan, mulai dari penetapan jadwal dan lokasi Rakor, penyusunan daftar undangan peserta, kelengkapan administrasi, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung.
Melalui koordinasi yang matang dan sinergi yang kuat, diharapkan Rakor Percepatan Luas Tambah Tanam Kabupaten Klungkung Tahun 2026 dapat menjadi forum komunikasi, koordinasi, dan evaluasi yang efektif. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja penyuluhan pertanian, mempercepat pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT), serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
(Sudarmini)